jump to navigation

“Phenylpropanolamine” Juli 6, 2009

Posted by mrjack in Artikel, Umum.
trackback

Semoga bermanfaat bagi kesehatan kita, jazakamullah adinda ryo atas kiriman artikelnya.

“Phenylpropanolamine” adalah obat influensa (decongestant) yang sejak 1 Maret ini oleh Badan pengawasan Obat & Pangan Amerika (FDA) ditarik dari peredarannya karena terbukti dapat menyebabkan STROKE di OTAK sebagai dampak sampingnya. Di Indonesia terdapat kira kira 100 obat obatan yang mengandung Phenylpropanolamine & sering dipakai oleh masyarakat. Obat obat itu antara lain : Decolgen, Decolsin, Sinutab, Allerin, Bodrexin, Contac 500, Cosyr (terutama untuk anak anak), Flucyl, Fludane, Flugesic, Inza, Komix, Mixaflu, Mixagrip, Nalgestan, Neozep forte Nodrof, Paratusin,Procold, Rhinopront, Rhinotussal, Sanaflu, Siladex, Stopcold, Triaminic drops (untuk anak anak), Tusalgin.
Pdpersi, Jakarta – Polemik seputar obat flu yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA) masih menggelinding. Padahal, hasil rapat Komisi Nasional Penilai Obat Jadi (Komnas POJ) memutuskan, penggunaan PPA dalam obat flu dan batuk dengan dosis kurang dari 75 mg per hari, menurut analisis statistik Yale Study dinyatakan aman untuk dekongestan hidung. Namun, untuk lebih menjamin perlindungan bagi kesehatan konsumen, industri farmasi harus menurunkan dosis maksimal PPA per takaran menjadi 15 mg, dengan dosis maksimal per hari 60 mg.
Keputusan itu disiarkan dalam press release Depkes dan Kesos yang diterima pdpersi.co.id, Kamis (7/12). Dalam realease yang ditanda tangani Dirjen POM Drs Sampurno MBA pada 5 Desember 2000 itu disebutkan pula, industri farmasi diberi kesempatan mengurangi dosis dalam jangka waktu empat bulan.

Namun Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Dr Marius Widjajarta yang dihubungi pdpersi.co.id via telepon mengatakan, sebaiknya obat-obatan yang mengandung PPA ditarik sementara, lalu ditinjau kembali apakah boleh beredar atau tidak. “Waktu empat bulan untuk industri farmasi, sama saja dengan menunggu obat-obatan yang mengandung PPA di pasaran itu habis,” kata Marius.

Marius menambahkan, di negara sebesar Indonesia seharusnya ada suatu badan yang betul-betul mengawasi keamanan mengkonsumsi obat. “Kita belum punya itu! Yang saya maksud bukan POM yang ada sekarang, karena mereka lebih bersifat sebagai pengregisteran obat dan makanan saja,” keluh Marius.

Yang lebih penting, tukas Marius, adanya key informasi di FDA. “Apakah obat yang mengandung PPA masih bisa dikonsumsi atau tidak?” ujar Martius. Sebab, lanjutnya, alasan dari pejabat POM selalu berkutat pada dosis. “Mereka (pejabat POM-red) selalu berargumentasi, dosis di luar negeri kan lebih tinggi dari dosis di negara kita,” tiru Marius.

Dalam Press release itu Sampurno menyebutkan, parameter untuk menghitung risiko dan keamanan obat (Odds Ratio/OR) pada Yale Study, dosis PPA dibawah 75 mg adalah 1,01. Nilai OR 1,01 itu berarti, risiko kejadian efek samping penggunaan produk obat PPA dibandingkan non penggunaan PPA adalah sama.

Karena itu, PPA praktis cukup aman dipergunakan sebagai obat flu dan batuk, dengan dosis di bawah 75 mg per hari. Walau demikian, Sampurno menegaskan, pada kemasan produk obat flu dan batuk yang mengandung PPA harus dicantumkan peringatan (Box Warning) yang jelas, beserta implementasinya yang ketat.

Belum Ada Penelitian Epidemiologi

Sebelumnya, Sampurno pernah mengatakan, masyarakat Indonesia tak perlu khawatir atas keamanan produk obat yang mengandung PPA (Cakrawala, 4/12). Pasalnya, di Indonesia, PPA hanya digunakan dalam obat flu dan batuk sebagai nasal dekongestan (melapangkan hidung tersumbat). Bukan sebagai obat penekan nafsu makan.

Menurut Sampurno, bila digunakan sebagai campuran obat penurun berat badan, penggunaan PPA memang harus ekstra hati-hati. Tapi, kalau digunakan sebagai obat flu dan batuk, PPA cukup aman. Buktinya, Indonesia tidak pernah menerima laporan efek samping hemorrhagic stroke (perdarahan otak), yang berkaitan dengan penggunaan PPA.

Namun Dr Jusuf Misbach SpS dari Kelompok Studi Stroke FKUI/RSCM menyatakan, di Indonesia belum ada penelitian epidemiologi tentang stroke. Yang ada barulah follow up atau case control study, misalnya berapa jumlah penderita stroke dalam sekian tahun. “Untuk mengetahui pasien stroke akibat kebanyakan minum obat yang mengandung PPA itu susah, karena faktor risiko stroke banyak,” ulas Jusuf.

Berikut daftar obat jadi yang mengandung PPA lebih besar dari 15 mg pertakaran; (Sumber Ditjen Pengawasan Obat dan Makanan)

No. Nama Obat /Bentuk Sediaan /Nama Pabrik

1 Abdi Cold /Tablet /Tunggal Idaman

2 Abtudryl /Tablet/ Tunggal Idaman

3 Afiflu /Kaplet /Afi Farma

4 Avarin/ Tablet/ Harsen

5 Bestocol /Tablet /Tanabe Abadi

6 Caspol/ Tablet/ Hexpharm

7 Colza /Sirup /Bintang Tujuh

8 Combiflu/ Kaplet/ Combiphar

9 Contac-500/ Kaptab /Pharos

10 Contrex /Tablet/ SupraFerbindo

11 Cough En Exp/ Sirup /Metiska

12 Decold Forte /Tablet/ Harsen

13 Decotan /Tablet/ Ifars

14 DextralForte/ Kapsul/ Molex Ayus

15 Diakaf /Tablet /Mega Esa Farma

16 Duribenza/ Kapsul/ Takeda

17 Farnirex /Kaptab /Ifars

18 Flucella /Tablet/ Rocella

19 Fludexin /Tablet /Dexa Medica

20 Flugan New /Kaplet/ Saka Farma

21 Flugesic /Tablet /Ikapharmindo

22 Flunax /Kaplet/ Graha Farma

23 Flupac /Kaplet/ Lapi

24 Flupas /Kaplet/ Gratia

25 FlutarnolPlus /Kapsul/ Pyridam

26 Fluvit C /Tablet/ Rocella

27 Fluzine /Serbuk /Konimex

28 Fortaflu/ Kaplet /Soho

29 GuaKamling-600 /Kapsul /Universal

30 Hisfamin/ Sirup/ Sanbe Farma

31 Intunal Forte /Tablet/ Moeprofarm

32 Inza/ Tablet/ Konimex

33 Lacoldin /Tablet/ Lapi

34 Metakom/ Sirup /Meta Ratna Farma

35 Mixagrip /Kaplet/ Dankos

36 Neo Novapon /Tablet/ Tanabe

37 Neozep Fortre /Tablet/ Medifarma

38 Nodrof /Kaplet SLS/ Tempo Scan Pasifik

39 Pilexal /Tablet/ Pharmac Apex

40 Procold/ Tablet/ Kalbe Farma

41 Ramaflu /Tablet/ Rama Farma

42 Rhinergal /Tablet /Novartis

43 Rhinodec/ Kapsul LMB/ Medifarma

44 Rhinopront /Sirup/ Pfizer

45 Rhinotussal /Sirup /Kimia Farma

46 Sanaflu /Kaplet /Sanbe Farma

47 Sinutab /Tablet/ Warner Lambert

48 Stop Cold/ Tablet/ Darya Varia

49 Teraflu /Kaplet/ Rama Farma

50 Tuseran Forte /Kapsul/ Medifarma

51 Tuzalos /Kaplet /Sanbe Farma

52 Tecoruin Forte /Tablet/ Femidco

53 Triaminic /Drops/ Novartis

54 Ultraflu /Kaplet /Henson Farma

55 Zanflu /Sirup/ Bufa Aneka

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: