jump to navigation

Selamat jalan Agustus 3, 2006

Posted by mrjack in Coretan Pribadi.
trackback

Isi sms pagi itu membuat aku benar-benar terkejut. Ayah sakit. Setelah selesai rapat akupun berkemas lalu pulang dengan pikiran yg macam-macam. Ayah tipe orang yg tidak mau dibawa kedokter bila sakit. Sepanjang perjalanan yg memakan waktu sampai 5 jam aku hanya bisa berdoa dan berdzikir.

Menjelang sore aku tiba dirumah. Kakakku memberitahu kalau Ayah terserang radang tenggorokan. Subhanallah… Astagfirullah…. Laahaula waalaquwwata illahi billah. Kulihat beliau tergolek lemah dan hanya bisa bersuara lirih ketika tangannya kucium dan kuucapkan salam.

Ketegangan rasanya kian memuncak, tak ada yg dapat kulakukan kecuali berdo’a dan berdzikir serta menghibur ayah selama perjalan menuju rumah sakit. Ayah disaat engkau sakit kaupun tidak meninggalkan Sholat fardhu, kaupun berusaha menunaikan sholat-sholat sunnah sesuai kebiasaanmu.

Dokter akan mengoperasi tenggorokan ayah dengan merujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap yaitu di kota Semarang. Setelah kujelaskan beliau malah pengen pulang saja dan mengatakan : ‘ Hari jum’at aku mari kok le’ (hari jum’at aku sembuh kok nak). Setelah keluarga berunding dan melihat kondisi ayah yg bersikeras ingin pulang akirnya kamipun membawa pulang beliau setelah 3 hari dirawat di rumah sakit, serta pertimbangan dokter bahwa jantung ayah tidak kuat bila dilakukan operasi.

Sampai rumah ketika kembali ke kamarmu kulihat senyummu yang begitu khas ada sebersit harapan kesembuhanmu ketika tenggorokanmu udah membaik.
Hari jum’at engkau tidak ingin disuapi oleh orang lain, seakan engkau ingin bermanja denganku seperti diriku yang dulu selalu manja padamu. Susu dalam sendok engkau minum dengan pelan-pelan, tanganini terasa tidak kuat untuk memegang sendok, tetapi hanya dari tangan ini engkau mau minum.

Sekitar jam 10.25 pagi, engkau tanya : ‘Iki dino opo le?’ (ini hari apa nak?). “Dinten jum’at, dinten sae mergi Rasulullah sedo dinten jum’at” jawabku.
Seakan tersadar engkaupun bangun untuk meminta wudhu, melihat kondisi ayah akhirnya hanya kutayamuni. Lalu beliau meminta ganti celana yg baru setelah beliau mempersiapan diri dan memberi nasehat kepada kakak-kakakku, beliau memintaku untuk mentalqinnya. Subhanallah, engkau melakukan persiapan ketika mau meninggal.

Innalillahi wainalillahi rojiun, Ayah engkau kembali padaNya dipangkuanku. Meninggalnya ayah benar-benar membuat kami sekeluarga shock. Kami tidak menyangka beliau akan dipanggil Allah sedemikian cepat. Kematian tidak bisa dipercepat atau ditunda sedikitpun. Tidak orang tua, tidak remaja, tidak bayi sekalipun, semua dapat meninggal kapan saja tanpa Malaikat Maut harus permisi lebih dahulu.

Ayah… melalui perjuanganmu kini aku bisa seperti ini. Melalui didikan dan kasihsayangmu kami tumbuh dewasa dan saling menyanyangi antara satu dengan yang lain. Cepat atau lambat kami akan menyusulmu. Kami harus mengumpulkan bekal untuk menempuh perjalanan menuju negeri yang kekal tersebut.

Ayah…. kini hanya ibu yang akan menyambut kepulanganku. Tak akan kulihat senyummu, guraumu, beserta nasehat-nasehatmu. Tak akan kulihat lagi semangatmu, genggaman tanganmu. Kini saat merindukanmu aku hanya bisa berdoa untukmu sebagaimana tuntunan dari Rasulullah
Rabbighfirlii waaliwaalidayya warhamhuma kamma rabbayaanishaaghiraa.
Mudah-mudahan Allah mengampunimu… Mudah-mudahan Allah mengasihimu….Mudah-mudahan Allah menerima semua amalmu…Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmatNya kepadamu.

Mudah-mudahan Allah kelak mempertemukan kita kembali dalam naungan ridhoNya. Amin Ya Rabbil alamin.

Memory 28 Juli 2006

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: